Lucunya Si Sofie

Postingan 29 Juni 2012

Berawal dari posting status di Facebook mengenai dialog antara aku dan puteriku, Sofie, muncul ide untuk membuat catatan perkembangan dia. Aku berharap, jika nanti Sofie punya adik, aku tidak lupa proses-proses yang dilalui sofie. Terutama berkaitan dengan perkembangan otak dan perilakunya.

Saat ini, Sofie berusia 4,5 tahun. Aku lupa tepatnya sejak kapan dia aktif bertanya ”kenapa dan kenapa.” Biasanya pertanyaan itu tak berhenti sampai aku balik bertanya dengan kata-kata, “Menurut Sofie kenapa?” Terkadang malah aku balik bertanya, “Kenapa Sofie begini dan begitu?” Dan, curangnya, dia sering jawab “Enggak tahu” jadi aku gak bisa melanjutkan pertanyaan 🙂

Sebulan terakhir, Sofie punya sahabat imajiner. Pada suatu malam sebelum tidur dia bilang begini, “Ibu, sofie boleh enggak main sebentar sama teman-teman Sofie?”
“Memang teman-teman Sofie siapa?” tanyaku.
“Ada anak burung dan anak kelinci?”
“Terus, teman-teman Sofie dimna?”
“Di situ..” (menunjuk disampingnya)
“Jadi mau main apa sama teman-temannya Sofie”
“Main loncat-loncat…boleh nggak?”
“Boleh…”
“Yippi…..”

Hari lain,
“Sofie ayo bangun, mau ikut ayah dan ibu ke masjid enggak?”
“Mau…Ibu. Sofie boleh enggak mengajak teman-teman Sofie, anak burung dan anak kelinci?”
” Boleh…”
“Yippi….”

Pas lagi mandi,
“Ibu, tadi teman-teman Sofie, anak burung dan anak kelinci juga sudah mandi.”
“Siapa yang memandikan?”
“Ibu burung dan ibu kelinci.”

Sudah seminggu terakhir, teman-teman Sofie tidak hanya anak burung dan anak kelinci tapi juga anak jerapah, anak kuda nil, dan anak kanguru.
“Ibu, tadi Sofie berbagi makanan sama teman-teman Sofie, anak jerapah, anak kanguru, anak kuda nil, anak burung dan anak kelinci.”
“Wah, hebat. Emang makanannya cukup untuk semua?”
“Cukup.”

Sampai saat ini Sofie punya beberapa kosa kata yang mungkin sebetulnya di abelum paham apa arti kata tersebut. tapi dia sudah sering make..Misalnya,
“Ibu, hari ini Sofie memutuskan untuk mencari kupu-kupu”
“Emang memutuskan itu apa artinya fi?”
“Enggak tahu”

Suatu ketika,
“Sofie, ayo mandi. Sudah sore nih.”
“Enggak mau, masih mau nonton Franklin.”
“Fraklinnya di-stop dulu nanti habis mandi boleh nonton lagi.”
“Tapi Sofie jadi bingung…” (lho!)

Hari lain,
“Sofie pipis dulu, yuk. Biar enggak ngompol!”
“Enggak mau. Sofie jadi bingung.”

Kesimpulan sementara: “Jadi bingung” bagi Sofie berarti “Tidak mau.”

Terus dia juga suka kebalik-balik kalau ngomong. Misalnya, nih, pagi ini,
“Hahaha…lucu,” kata Sofie
“Apanya yang lucu fi?” tanyaku
“Sofie lucu soalnya kekenyangan..”
“Jadi maksudnya Sofie gak mau makan karena sudah kenyang?”
“Enggak Sofie mau makan..lapar.”
“Jadi sebenarnya Sofie lapar apa kenyang?”
“Lapar mau makan..”
“Nah, Sofie jangan kebalik ngomongnya. Kalau mau makan itu lapar. Tapi kalau sudah habis makan itu namanya kenyang.”

Satu lagi yang lucu. Beberapa saat yang lalu aku kasih tahu bahwa ada namanya kucing garong yang warnanya item. Lalu suatu ketika entah kenapa tahu-tahu dia bilang,
“Ibu ada kucing garem.”
“Apa fi? kucing garong?”
“Kucing garem.”
“Jadi kucing garong apa kucing garem?”
“Kucing garem….” (hehe dia bersikukuh bahwa bukan kucing garong tapi kucing garem)

Sofie-sofie ada-ada saja ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s