New Year at New York (1)

Postingan 1 Januari 2015

Ini cerita tentang perjalan pertama kami ke Amerika. Kalau ada yang belum tahu, suamiku mendapat beasiswa dari Fulbright untuk S3 di Old Dominion University di Norfolk, Virginia. Suami sudah lebih dulu berangkat pada Juli 2014. Desember ini dia menjemput kami sekeluarga. Nah, ini pengalaman kami saat baru mendarat dan sempat transit sehari di New York yang bertepatan denga tahun baru 2015.

Alhamdulillah setelah perjalanan panjang Jakarta-Guangzhou 5 jam, transit 11 jam, lanjut Guangzhou-New York 15 jam, sampailah kami di New York. Sesaat sebelum mendarat, ada pengumuman di pesawat yang menyatakan bahwa suhu udara di luar mencapai minus 3 derajat celcius. Wuih gak kebayang dinginnya..
Kami berempat belum pakai jaket tebal karena jaket-jaket tersebut ada di bagasi pesawat. Beberapa petugas China Soutern Airlines mengingatkan kami kalau cuaca di luar akan sangat dingin. Untunglah masih di dalam bandara John F Kennedy yang hangat.

Saat itu jam 5 dini hari di NY, loket-loket imigrasi masih banyak yang kosong, jadilah antrian mengular. Namun tak lama petugas berseragam biru tua satu persatu datang, memasuki kotak berkaca. Membereskan meja dan menyalakan komputer. Antrianpun cepat berkurang.
Singkatnya kami lancar melewati imigrasi, mengambil bagasi, memakai perlengkapan musim dingin dan…tibalah saat menegangkan..yakni pemeriksaan bea cukai …
Apakah rendang, dendeng, abon, terasi, petis, bumbu pecel, 4 botol sambel, kerupuk, dan berbagai bumbu instan akan lolos pemeriksaan?

Seorang petugas menanyai kami apakah ada makanan dalam tas yang kami bawa? Kamipun mengiyakan.
Lalu 6 tas kami melewati mesin pemeriksa..
Eng ing eng..satu.. dua.. tiga..

….Yes! Alhamdulillah…..

Perugasnya memberikan kode bahwa semua tas lolos. Padahal di depanku seorang perempuan berkulit hitam tampak cemas saat tasnya dibuka dan separuh lebih isi tasnya diambil dan dibuang di tempat sampah. Masalahnya si ibu itu bawa sayuran yang jelas-jelas dilarang. Seorang laki-laki berjubah juga tampak protes saat tasnya dibongkar dan bungkusan yang sudah dilakban rapi dibuka paksa oleh petugas.
Begitu melihat semua tas lolos pemeriksaan, aku langsung nyesel.

Kalau tau semua bawaan bakal lolos, aku pasti bawa saus sambal, kecap, kering tempe dan sambal yang banyak…, pikirku

Hehe. Udah untung juga bawaan yang ini lolos semua.  Dasar, manusia enggak ada puasnya  !

Bersambung

 

2 thoughts on “New Year at New York (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s