Melawan Corona

COVID-19 saccountynet
sumber gambar: saccounty.net

Beberapa hari terakhir corona virus (covid 19) menjadi topik perbincangan di MANA SAJA, baik di dunia nyata maupun maya. Khususnya setelah Presiden RI Joko Widodo mengumumkan ditemukannya 2 pasien positif corona pada hari Selasa, 3 Maret 2020. Aku ingat banget tanggalnya karena hari itu pas sehari sebelum field trip+porseni sekolahnya Lili. Kami sempat khawatir tapi karena sekolah tidak membatalkan acara, kami berangkat juga. Alhamdulillah semua sehat sepulang dari sana.

Makin ke sini pemberitaan mengenai covid 19 makin gencar, seiring dengan meningkatnya jumlah pasien positif corona. Banyak yang menyayangkan lambatnya respon pemerintah pusat yang beralasan ingin menghindarkan kepanikan di masyarakat. Tapi, ya, masyarakat terlanjut panik. Kondisi tersebut malah seakan menjadi ladang subur tersebarnya info-info yang tidak jelas alias hoax.

Tapi, alhamdulillah, melalui program televisi Mata Najwa, publik mulai tahu bahwa ada pimpinan-pimpinan daerah yang gerak cepat. Pak Anies Baswedan dan Ridwan Kamil (Kang Emil) memberikan contoh pemimpin yang mampu bertindak cepat meski dengan segala keterbatasan. Warga masyarakat yang meskipun tidak berada di wilayah Jakarta dan Jawa Barat pasti menangkap isi pesan mereka berdua: bahwa  kita TIDAK BOLEH MAIN-MAIN berhadapan dengan virus ini.

Hari terus berlalu, pemerintah pusat masih bertahan dengan metode awal mereka melawan corona. Dengan operasi SENYAP melibatkan intelejen. Namun menariknya para pimpinan daerah makin percaya diri untuk melakukan terobosan. Dimulai dengan keputusan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo yang meliburkan sekolah selama dua minggu untuk mencegah peredaran covid 19, diikuti Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Depok, Banten dan semoga diikuti oleh daerah lain. Kampus-kampus juga mengambil kebijakan untuk meniadakan kelas tatap muka dan menggantinya dengan pertemuan online.

Mereka yang libur disarankan tidak bepergian atau pulang kampung. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang sebaiknya dibatalkan atau ditunda. Aktivitas cuci tangan menggunakan sabun digalakkan lagi.

Berita yang gencar, informasi yang di-update terus menerus mungkin membuat sebagian orang takut, TAPI sejatinya hal itu bisa dipandang sebagai sesuatu yang POSITIF. Kita semua mesti tahu dan aware dengan penyebaran virus corona ini. Meliburkan anak sekolah merupakan kebijakan penting dan TERBAIK untuk saat ini. Anak-anak bisa menjadi carier atau pembawa virus. Mereka mungkin tidak sakit tapi berpotensi sebagai PEMBAWA dan PENYEBAR virus ke orang dewasa.

Tapi bagaimana dengan aktivitas sehari-hari kita? Apakah aman belanja ke pasar atau beli makan di warung? Bisakan virusnya ‘terbang’ dan nemplok di badan kita? Kalau sekolah libur anak-anak mau ngapain? Apakah kita harus melarang mereka main di luar?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu menggayuti banyak orang saat ini. Sebenarnya sudah banyak yang membahas APA YANG HARUS DILAKUKAN saat ini, untuk melawan virus corona, namun menurutku tetap penting melakukan hal-hal di bawah ini:

  1. Usahakan untuk lebih banyak di rumah, tidak bepergian atau mengikuti kegiatan-kegiatan yang menghadirkan orang banyak. Jangan PULANG KAMPUNG kecuali memang darurat atau penting banget. Kita mungkin sehat, tapi kita tidak tahu apakah badan kita ini carier atau PEMBAWA virus atau tidak kasihan. Kalau ternyata kita carier virus, kasihan bapak/ibu yang sudah sepuh dan bisa tertular.
  2. Anak-anak sebisa mungkin diajak melakukan kegiatan di rumah, main bareng dengan kakak atau adik. Bisa beli mainan manik-manik buat tambahan kegiatan di rumah (seperti gambar di bawah ini)

    Bisa mewarnai, menggambar, melukis dan berbagai aktivitas lain. Main game di hp atau menonton video tentu tidak bisa dihindarkan, tapi, kita sebagai orangtua juga mesti menyiapkan berbagai kegiatan alternatif biar si kecil tidak bosan. Apa tidak boleh sama sekali main di luar? Aku pribadi, sih, mengambil kebijakan untuk Lili dan Ihsan boleh main ke luar atau ke rumah teman. Syaratnya, tidak lama-lama dan tiap masuk rumah harus langsung CUCI TANGAN menggunakan sabun.

  3. Perlukan menyetok makanan? Setiap ibu rumah tangga pasti punya pertimbangan masing-masing, kalau, aku, cukup menyetok beberapa jenis makanan tapi tidak usah terlalu banyak. JANGAN MENIMBUN. Belanja yang biasanya harian mungkin bisa diagendakan jadi per tiga hari, beberapa makanan yang tidak musah basi seperti beras, telur, minyak, dan lain-lain mungkin bisa stok seminggu atau 2 minggu ke depan. Kita enggak tahu kondisi ke depan, tapi kalau memang kondisi memburuk dan sampai lockdown misalnya, ya minimal kita bisa bertahan dengan stok makanan di rumah.
  4. Jika merasa sakit batuk, pilek, apalagi sesak nafas, tolong PAKAI MASKER, baik di dalam rumah apalagi ke luar rumah. Memakai masker memang tidak nyaman, tapi ini cara paling efektif untuk menjaga orang-orang tercinta di sekitar kita agar tidak tertular.
  5. Biasakan semua anggota keluarga untuk CUCI TANGAN dengan sabun setiap kali masuk rumah. Ini kebiasaan yang bagus banget, insyaAllah kalau sudah menajdi kebiasaan tidak hanya kita terhindar dari corona namun juga penyakit-penyakit lain yang disebabkan oleh virus.
  6. Dan yang tidak kalah penting dan bahkan utama bagi kita semua, banyak BERDOA, berpikir POSITIF dan saling MEMBANTU. Jika punya masker lebih dan stok handsanitizer menumpuk PLEASE BANTU oranglain yang membutuhkan. Tidak turut menyebar berita-berita hoax merupakan salah satu cara membangun pikiran positif juga.

Jadi, yuk, bersama kita lawan virus corona ini. Mari belajar dari Singapura, Korsel, Italia, Perancis dan Wuhan yang saling menyemangati untuk melalui ujian ini BERSAMA-SAMA. Hindari memancing keributan. Kalau ada teman yang panik berlebihan, tenangkan dengan informasi yang akurat. InsyaAllah dengan kebijakan-kebijakan yang saat ini ada, seperti berdiam diri di rumah, meliburkan sekolah, membatasi aktivitas di luar, dan mempersering cuci tangan, kita bisa menahan laju perkembangan virus coorona. Kita optimalkan IKHTIAR sebelum TAWAKKAL kepada Allah Swt.