Berkirim Doa

Pernah, nggak, ketemu orang yang tiba-tiba bilang, aku sering mendoakan kamu, lho..

Ada sebuah kejadian yang sangat membekas di pikiran, saat suatu ketika aku mengunjungi tetangga beda 4 rumah dari apartemen tempat kami tinggal di Norfolk. Tetangga yang kukunjungi ini keluarga Afganistan. Sang suami sekolah PhD, si istri tinggal di rumah mengasuh anak mereka yang berjumlah 5 orang. Entah karena sibuk mengasuh anak atau memang tidak suka bersosialisasi, sang istri ini nyaris tidak pernah ke luar rumah dan jarang datang ke acara kumpul-kumpul, entah di masjid atau di taman. Bahasa Ingrisnya juga kurang lancar, jadi agak susah berkomunikasi dengan dia. Aku sempat beberapa kali ketemu di sekolahnya anak-anak, tapi, ya itu, kami jarang ngobrol panjang karena kendala bahasa.

Saat kami sekeluarga pindah apartemen sekitar 2 tahun yang lalu, jadilah kami bertetangga. Tapi kami masih jarang ngobrol. Hanya sesekali kami saling mengirim makanan.

Kira-kira sebulan setelah aku melahirkan Ihsan, aku berkunjung ke rumahnya. Kalau biasanya aku hanya mengantar makanan dan langsung pulang, hari itu aku masuk dan duduk di ruang tamunya yang tampak sempit.

“Aku senang kamu mendapat anak laki-laki, aku sering mendoakan kamu untuk mendapat anak laki-laki,” ucapnya dengan bahasa Inggris yang campur aduk.

Masya Allah, aku ternganga. Tidak terbayang di pikiranku, kalau perempuan ini, yang kami tidak terlalu akrab, bahkan bercakap-cakap saja kami jarang, mengirimkan doa untuk kami. Bisa jadi, atas doa dia, Allah berkenan memberikan anak lelaki pada kami.

Kejadian itu mengingatkanku untuk jangan bosan mengirimkan doa untuk keluarga, teman dan siapa saja. Mendoakan itu tidak berat, hanya butuh sedikit kelonggaran hati. Siapa tahu melalui doa-doa yang kita panjatkan, para malaikat mengaminkan hal yang sama dan Allah mengabulkan doa-doa terbaik.

Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya do’a seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’anya. Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Amin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.”